HEADLINE NEWS

Banjir Tahunan di Lamasi Timur, Warga Dorong Solusi Permanen dan Penanganan Terpadu

By On June 11, 2026

 


Belopa – Pemerintah Desa bersama warga tani dari Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Kabupaten Luwu di Ruang Komisi III DPRD Luwu, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan banjir yang selama puluhan tahun menjadi keluhan masyarakat di wilayah Kecamatan Lamasi Timur.

RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Luwu dan difasilitasi oleh Anggota DPRD Kabupaten Luwu dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Irfan. Hadir pula sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Pengairan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan petani dari desa-desa terdampak.

Dalam forum tersebut, pemerintah desa dan warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Salah satunya adalah kondisi saluran pembuangan yang melintasi kawasan pertanian dan permukiman masyarakat. Saluran tersebut diketahui telah dibangun sekitar 40 tahun lalu dan hingga saat ini belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat parsial pada titik-titik tertentu yang dianggap bermasalah sehingga belum mampu mengatasi persoalan banjir secara permanen. Akibatnya, setiap kali terjadi curah hujan tinggi, wilayah pertanian dan permukiman warga kerap mengalami genangan.

Selain tingginya intensitas hujan, masyarakat menilai banjir juga diperparah oleh sedimentasi atau pendangkalan saluran, penyempitan aliran pembuangan dari wilayah Salujambu menuju Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong, serta penumpukan sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai dan saluran air.

Dampak banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani. Tercatat sekitar 300 hektare lahan sawah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 hektare mengalami gagal panen atau puso. Rinciannya, sekitar 50 hektare berada di Desa To’lemo, 20 hektare di Desa Salupao, dan 10 hektare di Desa Bulolondong.

Sementara itu, lahan lainnya masih dapat dipanen, meskipun hasil produksinya mengalami penurunan akibat genangan air yang berlangsung cukup lama. Kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar yang meliputi hilangnya hasil panen, kerusakan lahan pertanian, serta berbagai dampak ekonomi lainnya.

Dalam penjelasannya, Dinas PUPR Bidang Pengairan menyampaikan bahwa saluran pembuangan yang menjadi sumber persoalan tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas instansi dan lintas pemerintahan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Meski demikian, para peserta rapat menilai bahwa langkah-langkah darurat tetap harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang terus berulang setiap tahun. Dalam RDP tersebut disepakati sejumlah rekomendasi, antara lain melakukan kunjungan lapangan bersama seluruh pihak terkait untuk melihat langsung kondisi saluran dan dampak yang dialami masyarakat, mendorong penggunaan dana tanggap darurat untuk penanganan sementara, serta menjadikan persoalan banjir di tiga desa tersebut sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan anggaran tahun 2027.

Usai pelaksanaan RDP, agenda dilanjutkan dengan audiensi bersama Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag. Audiensi tersebut dihadiri oleh Aliansi Pemerhati Petani Kecamatan Lamasi Timur (AP2KLT), Camat Lamasi Timur Addali, SE, Kepala Desa To’lemo Udding, SE, Penjabat Kepala Desa Bulolondong Aswar, S.AN, Kepala Desa Salupao Marthen Garanta, serta Anggota DPRD Kabupaten Luwu Irfan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi yang dihadapi masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan banjir secara menyeluruh. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun BBWS Pompengan-Jeneberang sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas saluran tersebut.

Selain aspirasi yang disampaikan masyarakat dan pemerintah desa, Pemerhati Desa yang juga Ketua Gerbang Tani Kabupaten Luwu, Saripuddin S. Mande, S.Kom.,M.M., yang akrab di sapa turut memberikan sejumlah masukan berdasarkan pengalamannya mendampingi desa selama kurang lebih sepuluh tahun di wilayah tersebut.

Menurut Saripuddin, persoalan banjir yang terjadi saat ini merupakan masalah lama yang terus berulang hampir setiap tahun. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif dan menyentuh akar persoalan.

“Pengalaman kami selama menjadi Pendamping Desa kurang lebih 10 tahun di Lamasi Timur, persoalan ini selalu berulang hampir setiap tahun. Karena itu perlu ada langkah yang lebih terintegrasi, bukan hanya penanganan darurat, tetapi juga penanganan jangka panjang yang melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah yang perlu didorong adalah pemanfaatan limbah eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu penyebab sedimentasi dan penyumbatan aliran air. Menurutnya, eceng gondok dapat dikelola menjadi produk kerajinan maupun pakan ternak sehingga selain mengurangi hambatan aliran sungai juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, Saripuddin menilai perlu dilakukan pembukaan kembali jalur-jalur aliran air yang selama ini tertutup akibat sedimentasi maupun pertumbuhan vegetasi liar. Ia juga mendorong adanya edukasi kepada masyarakat serta pemasangan jaring pembatas sampah pada titik-titik tertentu di aliran sungai antarwilayah desa agar pengelolaan kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, keberadaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga perlu dievaluasi dan diaktifkan kembali agar dapat berperan dalam menjaga saluran irigasi maupun saluran pembuangan secara berkelanjutan.

Saripuddin juga mengingatkan komitmen Bupati Luwu untuk menyiagakan alat berat di wilayah Lamasi Timur sebagai langkah percepatan penanganan darurat maupun normalisasi saluran ketika dibutuhkan. Di samping itu, ia meminta pemerintah daerah memaksimalkan koordinasi dengan BBWS Pompengan-Jeneberang serta kementerian terkait guna melakukan pengerukan sedimentasi, normalisasi sungai, serta penanganan kawasan Pompengan Pantai yang semakin dangkal dan diduga turut memengaruhi kelancaran aliran air dari wilayah hulu.

Lebih jauh, ia menilai sudah saatnya pemerintah daerah memiliki regulasi khusus berupa Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengawasan dan pemanfaatan sungai. Regulasi tersebut dinilai penting untuk mencegah pembuangan sampah rumah tangga ke sungai serta mengatur pemanfaatan bantaran sungai agar tidak memperparah kondisi lingkungan.

Masyarakat berharap hasil RDP dan audiensi tersebut tidak berhenti pada tahap pembahasan dan rekomendasi semata, melainkan segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata di lapangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BBWS Pompengan-Jeneberang, serta partisipasi aktif masyarakat, persoalan banjir yang selama puluhan tahun membebani warga Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong diharapkan dapat segera teratasi demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lamasi Timur.

Desa Seppong Bagian Lokasi Panen Raya Nasional Serentak Bersama Presiden Prabowo

By On April 07, 2025


Karebadesa.id Luwu - Kabupaten Luwu menjadi salah satu wilayah yang ikut serta ambil bagian pada kegiatan panen raya padi serentak yang digelar secara nasional di 14 provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto. 

Kegiatan panen raya padi secara serentak ini merupakan salah satu program terpenting dalam visi misi Kabinet Merah Putih yang sangat  strategis memperkuat ketahanan pangan Indonesia. 

Kegiatan pelaksanaan panen raya padi nasional ini diwilayah Kabupaten Luwu ditempatkan di Desa Seppong, Kecamatan Belopa Utara, pada Senin (7/4/2025), dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding, bersama Kapolres Luwu dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala desa.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai kegiatan panen raya nasional dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dan melalui sambungan video konferensi, Presiden menyampaikan pesan penting terkait ketahanan pangan yang menjadi prioritas khusus dalam Kabinet Merah Putih, khususnya soal harga gabah petani dan pendistribusian pupuk kepada petani. 

“Tidak boleh ada lagi daerah yang kesulitan mendapatkan pupuk. Harga gabah harus kita jaga tetap stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya.

Sementara itu pada sambutan Bupati Luwu menegaskan bahwa “Kami akan memastikan kebutuhan dasar petani terpenuhi, mulai dari pupuk, irigasi, hingga fasilitas pertanian lainnya tersalurkan secara merata disemua wilayah Kabupaten Luwu” ujar Patahudding.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Ketua DPRD Luwu, Kapolres Luwu, Danramil, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah dan Kepala Desa.

Dari perwakilan petani Bpk. Ikhsan menyatakan bahwa "Di Kab. Luwu ini masih banyak wilayah yang membutuhkan irigasi karena rata-rata sawah tadah hujan padahal sumber air sangat melimpah tapi tidak ada akses jalur air yang baik sehingga perlu dibenahi, selain itu masih banyak wilayah yang kekurangan traktor karena beberapa bantuan selama ini hanya menjadi milik pribadi, belum lagi di Luwu ini masih sangat terbatas mesin panen padi dan ini menjadi tantangan pak bupati kedepannya"

Dilokasi terpisah salah satu tokoh Pemuda Tani yang juga TPP Kabupaten Luwu menyatakan "Momentum kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemerintah Kabupaten Luwu untuk lebih serius memperhatikan dan memprioritaskan kebutuhan pertanian di Luwu mengingat Luwu ini salah satu sumber penghasil padi terbesar di Sulawesi Selatan."

"Pemerintah Luwu harus memetakan titik lokasi yang paling membutuhkan bantuan Irigasi, yang membutuhkan Alsintan, dan lainnya sehingga bantuan untuk pertanian itu tidak hanya bertumpuk disatu titik wilayah dan jika perlu bupati Luwu menggandeng 207 Kepala Desa lewat BUMDesnya membentuk Perusda BUMDes Bersama Kabupaten Luwu untuk membangun sentra Pabrik/Penggilingan Padi yang menyamai di Kabupaten Sidrap sehingga hasil pertanian tidak perlu lagi bawa keluar daerah dan keuntungannya bisa menjadi PAD Desa dan Kabupaten Luwu" Ungkap Arhyf Mande. 

Dalam laporan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada angka menggembirakan.

“Stok beras di gudang mencapai 2,4 juta ton, dan diproyeksikan menyentuh 3 juta ton di akhir bulan ini. Ini capaian tertinggi dalam dua dekade terakhir,” ujarnya melalui konferensi daring.

Pilkades Serentak Kecamatan Lamasi Timur Berjalan Lancar,Aman dan Damai

By On September 19, 2019


KAREBADESA.ID - Luwu, Pemerintah Kabupaten Luwu ditahun 2019 ini kembali menggelar Pemilihan Kepala (Pilkades) serentak se-Kabupaten Luwu yang diikuti 88 Desa di 21 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada di Kab. Luwu.

Berdasarkan informasi dari Tim Pendamping Desa P3MD Luwu terkait pemilihan kepala desa serentak yang digelar pada hari ini, Rabu 18 /9 /2019. Terkhusus diwilayah 3 Walmas Sebanyak 19 Desa dari 5 Kecamatan yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa serentak ada 8 Petahana menang dan 9 Petahana yang tumbang sementara 2 lainnya kepala desa baru karena tidak diikuti oleh incumbent.

Berdasarkan informasi dari Pendamping Desa P3MD Lamasi Timur dari 9 desa yang ada disana, ada 5 desa ikut pilkades serentak yakni.

1. Desa Bulolondong : 
Nomor Urut 1 Haslim Manarappa mendapatkan 433 Suara, Nomor Urut 2 Irvan mendapatkan 507 suara.


2. Desa Seriti :
Nomor Urut 1 Yeremia Rataba mendapatkan 217 Suara, Nomor Urut 2 Ripelus Rappun mendapatkan 320 Suara, Nomor Urut 3 Victor Lamban mendapatkan 340 Suara, Nomor Urut 4 Elianus Samben mendapatkan 109 suara, dan Nomor Urut 5 Welem Gasong mendapatkan 244 suara.


3. Desa Pompengan Pantai : 
Nomor Urut 1 Muis mendapatkan 27 suara,Nomor Urut 2 Rahmat Husain mendapatkan 242 suara, Nomor Urut 3 Masnur mendapatkan 109 suara.


4. Desa Pompengan :
Nomor Urut 1 Hardianto mendapatkan 104 suara, Nomor Urut 2 Mukhtar Pakolo mendapatkan 193 suara, Nomor Urut 3 Alim Bachri Dahri 307 suara.

5. Desa Salupao :
Nomor Urut 1 Marthen Garanta mendapatkan 602 suara, Nomor Urut 2 Bulon Peppa Pasae mendapatkan 328 suara.

"Desa di Kecamatan Lamasi Timur ada 9 tapi yang ikut pilkades serentak ada 5 desa karena 2 desa yakni Desa Bulolondong dan Desa Salupao yang habis masa jabatan di  awal-awal tahun 2020 ikut juga dipilkades serentak tahun ini" Ungkap salah satu pendamping yang akrab disapa Arhyf Mande'.

"Walaupun ada perbedaan pilihan antar tetangga dan keluarga dalam proses pilkades serentak ini tetapi proses sudah berakhir dan kita berharap semua perbedaan itu juga sudah selesai, yang kalah dengan semangat keikhlasan memberi selamat sementara yang menang dengan rasa syukur kepada Allah SWT kembali merangkul semua masyarakat untuk bersama memandirikan desa dan kita kembali kepada rutinitas keseharian kita masing-masing terutama dalam hal ini agar percepatan penyusunan perencanaan desa segera diselesaikan" tambah beliau.

Berdasarkan pantauan dilokasi pilkades, proses Pilkades serentak ini di masing-masing Desa tersebut, berjalan dengan aman dan lancar. Apresiasi sebesar-besarnya bagi seluruh Tokoh dan elemen masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Lamasi Timur beserta Pihak Kepolisian dan TNI sehingga pesta demokrasi di desa dapat terselesaikan dengan lancar, aman, dan damai. (Irwan)

88 Desa Sekabupaten Luwu Kembali Menggelar Pesta Demokrasi 6 Tahunan.

By On July 04, 2019

Fhoto : Proses Pemilihan Panitia Pilkades Seriti 2019

KAREBADESA.ID - Luwu, Perhelatan pesta demokrasi 6 tahunan di 88 Desa se-Kabupaten Luwu kembali akan digelar di Tahun 2019 untuk memilih pemimpin 6 tahunan didesa masing-masing. Setelah terbitnya surat pemberhentian sementara tahapan pilkades dari DPMD Kab. Luwu diperkirakan menjelang akhir bulan september tahun 2019 pilkades serentak baru akan digelar di kabupaten Luwu.

Berdasarkan jadwal sebelumnya yang diterbitkan oleh DPMD Kabupaten Luwu, batas waktu pendaftaran bakal calon kades, terhitung di buka mulai tanggal 24 juni sampai 3 juli 2019. Pada proses pendaftaran jika telah melebihi 5 bakal calon kades, maka dilakukan proses seleksi secara tertulis sesuai aturan yang berlaku di Kabupaten Luwu

Adapun daftar 88 desa dari 21 kecamatan yang akan menggelar Pilkades serentak sebagai berikut:

=>Kecamatan Larompong Selatan:
1. Desa Sampano
2. Desa Batulappa
3. Desa Salusana
4. Desa babang

=>Kecamatan Larompong
1. Desa Bilante
2. Desa Rantebelu
3. Desa Komba
4. Desa Lumaring
5. Desa Binturu

=>Kec. Suli
1. Desa Malela
2. Desa Botta
3. Desa Cimpu
4. Desa Kasiwiang
5. Desa Cakkeawo.

=>Kec. Suli Barat
1. Desa Kaili
2. Desa Salubua

=>Kec. Belopa
1. Desa Belopa
2. Desa Kurrusumanga
3. Desa Senga Selatan
4. Desa Balubu

=>Kec. Belopa Utara
1. Desa Seppong
2. Desa Lamunre Tengah
3. Desa Paconne
4. Desa Lebani

=>Kec. Bajo
1. Desa Jambu
2. Desa Rumaju
3. Desa Saga
4. Desa sumabu
5. Desa Balla

=>Kec. Bajo Barat
1. Desa Marinding
2. Desa Tetekang
3. Desa Kadong-kadong
4. Desa Bonelemo
5. Desa Tumbubara

=>Kec. Kamanre
1. Desa Kamanre
2. Desa Tabbaja
3. Desa Wara
4. Desa Salu Paremang

=>Kec. Latimojong
1. Desa Kadundung
2. Desa Lambanan
3. Desa Pangi
4. Desa Tabang
5. Desa Pajang

=>Kec. Bastem
1. Desa Bolu
2. Desa Sinaji
3. Desa Mappetajang.

=>Kec. Bastem Utara
1. Desa Barana
2. Desa Dampan

=>Kec. Ponrang Selatan
1. Desa Bassiang
2. Desa Jenemeja
3. Desa Bakti
4. Desa Lampuara

=>Kec. Ponrang
1. Desa Mario
2. Desa Muladimeng
3. Desa Buntu Nanna
4. Desa Tumale
5. Desa Tampa

=>Kec. Bua Ponrang
1. Desa Tanjong
2. Desa Tampumia
3. Desa Padang Tujuh
4. Desa Malenggang
5. Desa Balutang
Kec. Bua

=>Desa Barowa
1. Desa Raja
2. Desa Karang-Karangan
3. Desa Lare-Lare
4. Desa Tiromanda
5. Desa Tanaringella
6. Desa Bukit Harapan.

=>Kec. Lamasi
1. Desa Pongsamelung
2. Desa Topongo
3. Desa Padang Kalua

=>Kec.Lamasi Timur
1. Desa Bulolondong
2. Desa Salupao
3. Desa Pompengan Pantai
4. Desa Seriti
5. Desa Pompengan.

=>Kec Walenrang
1. Desa Tombang
2. Desa Baramamase
3. Desa Saragi
4. Desa Batusitanduk

=>Kec. Walenrang Utara
1.Desa Sangtandung

=>Kec. Walenrang Timur
1. Desa Seba-Seba
2. Desa Rante Damai
3. Desa lamasi pantai
4. Desa Pangalli
5. Desa Sukadamai
6. Desa Kendekan.

Sumber: Data DPMD Kab. Luwu
Penulis : Alam

Kunjungan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, SE di Lokasi Rawan Bencana di Kecamatan Lamasi Timur

By On March 26, 2019

Kunjungan Wakil Bupati Luwu Di Desa Bulolondong dan To'Lemo (25/03/19)
KAREBADESA.ID - Luwu, Wakil Bupati Luwu Bpk. Syukur Bijak, SE melakukan peninjauan lokasi rawan bencana dibeberapa titik di wilayah kecamatan Lamasi Timur setelah menghadiri kegiatan Tudang Sipulung di Kecamatan Walenrang Timur.

Pada kesempatan tersebut turut mendampingi pak Wakil Bupati Luwu, beberapa dinas dari instansi terkait dan juga Camat Lamasi Timur Kasmal, S.Pd.MSi. beserta staff jajaran Pemerintah Kecamatan Lamasi Timur dan Kepala Desa.

Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, SE menyampaikan bahwa "Lokasi yang rawan terjadinya bencana dibeberapa titik di Lamasi Timur khususnya di Desa Bulolondong dan Pelalan akan segera dilakukan penanganan darurat melalui BPBD Luwu sembari menunggu realisasi tindaklanjut dari Balai Besar Jenneberang Makassar"

"Perlu diketahui bahwa peninjauan lokasi tersebut sudah pernah dilakukan juga oleh Tim dari Balai Besar Makassar pada Tahun 2017 yang didampingi oleh Tim Pendamping Desa dan Tenaga Ahli P3MD Luwu untuk mendapatkan rekomendasi pengerjaaan namun hingga kini belum ada realisasi dan harapan terbesar kita setelah ditinjau langsung oleh bapak Wakil Bupati Luwu sudah ada perhatian khusus" ungkap Muh.Said Rasyid, ST. selaku Tenaga Ahli P3MD Luwu bidang Pelayanan Sosial Dasar.
(25/03/2019)

Editor : Irwan

Jum'at Bersih Agenda Rutinitas Desa Pelalan

By On January 24, 2019

Dokumentasi : Desa Pelalan

KAREBADESA.ID - Lamasi Timur, Desa Pelalan kembali melakukan Jum'at bersih bersama seluruh aparat desa dan masyarakatnya yang merupakan agenda rutin yang sudah terprogram dalam perencanaan pemerintah desa.

"Sebagai bentuk peningkatan kualitas dan penguatan sifat kegotong royongan dilingkup masyarakat maka perlu tetap menjaga dan melestarikan kegiatan Gotong Royong setiap hari Jum'at dilingkup aparat desa" Ungkap Kades Pelalan Bpk. Marten Pune.

Lanjut beliau "Kegiatan bersih-bersih ini kami lakukan setiap hari Jum'at selain untuk tetap menjaga desa tetap bersih, yahhh hitung-hitung juga olahraga rutin".

Selain menjadi kegiatan rutinitas desa setiap minggunya pemerintah desa juga sudah mendorong dan mengupayakan bagaimana masyarakat desa dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah  sebagai sumber penghasilan dengan menanam berbagai sayuran dan kebutuhan dapur ibu-ibu sehingga memungkinkan memberikan sedikit tambahan penghasilan masyarakat.

"Kita mendorong masyarakat bagaimana memanfaatkan lahan depan rumah mereka agar ditanami berbagai sayuran dan lombok sehingga bisa bermanfaat, dan jika dana desa memungkinkan kita akan bagikan bibit sayur kepada kelompok-kelompok ibu-ibu melalui kontrol Dasawisma atau PKK" Ungkap Sekdes Pelalan Leo Chandra.

Editor : Herman
Dokumentasi: Sadrak Gentan

Pasca Pelantikan TP PKK Desa To'Lemo Andi Arni, SE Genjot Kegiatan Inovasi yang Produktif di Desa

By On October 15, 2018

Dasa wisma baru Desa To'Lemo
KAREBADESA.ID - Lamasi Timur, Sehari setelah pelantikan TP PKK Desa To'Lemo, Ketua PKK Desa To'Lemo Andi Arni, SE. langsung mengadakan musyawarah pengurus untuk segera mewujudkan beberapa kegiatan produktif sebagai langkah awal di desa, berupa pembinaan dasa Wisma dan posyandu desa melalui pembuatan dasa wisma di depan kantor desa dan pengecetan serta pagar posyandu.

"Melalui PKK Desa To'Lemo, kita akan membuat beberapa program atau kegiatan inovasi PKK melalui dasa Wisma setelah pembenahan kelembagaan kita selesaikan, dan termasuk pembenahan posyandu yang di sponsori oleh bidan Desa To'lemo ibu Misna Tang, Amd. Keb." Ungkap Ketua TP PKK Andi Arni,SE.

Proses Pelantikan TP PKK Desa To'Lemo
"Khusus untuk pembinaan dan pengembangan Posyandu pengaktifan dan pembinaan kader posyandu. Kegiatan rutin tiap bulan, penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, posyandu lansia, tes kesehatan darah dan gula, bahkan nantinya melalui PKK kita akan mendorong kreatifitas kaum perempuan desa untuk produktif memunculkan produk unggulan desa agar mampu bersaing dengan pasar lokal maupun nasional" tambah ketua PKK Desa To'Lemo. (15/10)

Penulis : KPMD Desa To'Lemo
Editor : Kandachonk3103

Contact Form

Name

Email *

Message *