HEADLINE NEWS

Banjir Tahunan di Lamasi Timur, Warga Dorong Solusi Permanen dan Penanganan Terpadu

By On June 11, 2026

 


Belopa – Pemerintah Desa bersama warga tani dari Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Kabupaten Luwu di Ruang Komisi III DPRD Luwu, Rabu (10/6/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan banjir yang selama puluhan tahun menjadi keluhan masyarakat di wilayah Kecamatan Lamasi Timur.

RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Luwu dan difasilitasi oleh Anggota DPRD Kabupaten Luwu dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Irfan. Hadir pula sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Pengairan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan petani dari desa-desa terdampak.

Dalam forum tersebut, pemerintah desa dan warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Salah satunya adalah kondisi saluran pembuangan yang melintasi kawasan pertanian dan permukiman masyarakat. Saluran tersebut diketahui telah dibangun sekitar 40 tahun lalu dan hingga saat ini belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat parsial pada titik-titik tertentu yang dianggap bermasalah sehingga belum mampu mengatasi persoalan banjir secara permanen. Akibatnya, setiap kali terjadi curah hujan tinggi, wilayah pertanian dan permukiman warga kerap mengalami genangan.

Selain tingginya intensitas hujan, masyarakat menilai banjir juga diperparah oleh sedimentasi atau pendangkalan saluran, penyempitan aliran pembuangan dari wilayah Salujambu menuju Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong, serta penumpukan sampah yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar bantaran sungai dan saluran air.

Dampak banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani. Tercatat sekitar 300 hektare lahan sawah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 hektare mengalami gagal panen atau puso. Rinciannya, sekitar 50 hektare berada di Desa To’lemo, 20 hektare di Desa Salupao, dan 10 hektare di Desa Bulolondong.

Sementara itu, lahan lainnya masih dapat dipanen, meskipun hasil produksinya mengalami penurunan akibat genangan air yang berlangsung cukup lama. Kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar yang meliputi hilangnya hasil panen, kerusakan lahan pertanian, serta berbagai dampak ekonomi lainnya.

Dalam penjelasannya, Dinas PUPR Bidang Pengairan menyampaikan bahwa saluran pembuangan yang menjadi sumber persoalan tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas instansi dan lintas pemerintahan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Meski demikian, para peserta rapat menilai bahwa langkah-langkah darurat tetap harus segera dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang terus berulang setiap tahun. Dalam RDP tersebut disepakati sejumlah rekomendasi, antara lain melakukan kunjungan lapangan bersama seluruh pihak terkait untuk melihat langsung kondisi saluran dan dampak yang dialami masyarakat, mendorong penggunaan dana tanggap darurat untuk penanganan sementara, serta menjadikan persoalan banjir di tiga desa tersebut sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan anggaran tahun 2027.

Usai pelaksanaan RDP, agenda dilanjutkan dengan audiensi bersama Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag. Audiensi tersebut dihadiri oleh Aliansi Pemerhati Petani Kecamatan Lamasi Timur (AP2KLT), Camat Lamasi Timur Addali, SE, Kepala Desa To’lemo Udding, SE, Penjabat Kepala Desa Bulolondong Aswar, S.AN, Kepala Desa Salupao Marthen Garanta, serta Anggota DPRD Kabupaten Luwu Irfan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Luwu menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kondisi yang dihadapi masyarakat. Namun, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam upaya penanganan banjir secara menyeluruh. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun BBWS Pompengan-Jeneberang sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas saluran tersebut.

Selain aspirasi yang disampaikan masyarakat dan pemerintah desa, Pemerhati Desa yang juga Ketua Gerbang Tani Kabupaten Luwu, Saripuddin S. Mande, S.Kom.,M.M., yang akrab di sapa turut memberikan sejumlah masukan berdasarkan pengalamannya mendampingi desa selama kurang lebih sepuluh tahun di wilayah tersebut.

Menurut Saripuddin, persoalan banjir yang terjadi saat ini merupakan masalah lama yang terus berulang hampir setiap tahun. Karena itu, diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif dan menyentuh akar persoalan.

“Pengalaman kami selama menjadi Pendamping Desa kurang lebih 10 tahun di Lamasi Timur, persoalan ini selalu berulang hampir setiap tahun. Karena itu perlu ada langkah yang lebih terintegrasi, bukan hanya penanganan darurat, tetapi juga penanganan jangka panjang yang melibatkan semua pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah yang perlu didorong adalah pemanfaatan limbah eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu penyebab sedimentasi dan penyumbatan aliran air. Menurutnya, eceng gondok dapat dikelola menjadi produk kerajinan maupun pakan ternak sehingga selain mengurangi hambatan aliran sungai juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, Saripuddin menilai perlu dilakukan pembukaan kembali jalur-jalur aliran air yang selama ini tertutup akibat sedimentasi maupun pertumbuhan vegetasi liar. Ia juga mendorong adanya edukasi kepada masyarakat serta pemasangan jaring pembatas sampah pada titik-titik tertentu di aliran sungai antarwilayah desa agar pengelolaan kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama.

Menurutnya, keberadaan Kelompok Tani dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) juga perlu dievaluasi dan diaktifkan kembali agar dapat berperan dalam menjaga saluran irigasi maupun saluran pembuangan secara berkelanjutan.

Saripuddin juga mengingatkan komitmen Bupati Luwu untuk menyiagakan alat berat di wilayah Lamasi Timur sebagai langkah percepatan penanganan darurat maupun normalisasi saluran ketika dibutuhkan. Di samping itu, ia meminta pemerintah daerah memaksimalkan koordinasi dengan BBWS Pompengan-Jeneberang serta kementerian terkait guna melakukan pengerukan sedimentasi, normalisasi sungai, serta penanganan kawasan Pompengan Pantai yang semakin dangkal dan diduga turut memengaruhi kelancaran aliran air dari wilayah hulu.

Lebih jauh, ia menilai sudah saatnya pemerintah daerah memiliki regulasi khusus berupa Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengawasan dan pemanfaatan sungai. Regulasi tersebut dinilai penting untuk mencegah pembuangan sampah rumah tangga ke sungai serta mengatur pemanfaatan bantaran sungai agar tidak memperparah kondisi lingkungan.

Masyarakat berharap hasil RDP dan audiensi tersebut tidak berhenti pada tahap pembahasan dan rekomendasi semata, melainkan segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata di lapangan. Dengan dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BBWS Pompengan-Jeneberang, serta partisipasi aktif masyarakat, persoalan banjir yang selama puluhan tahun membebani warga Desa To’lemo, Desa Salupao, dan Desa Bulolondong diharapkan dapat segera teratasi demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Lamasi Timur.

Ansor Luwu dan PEPATONG Kembali Salurkan Bantuan di Lamasi Timur

By On October 10, 2021

karebadesa.id - Walmas. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Luwu Bekerjasama dengan Pemuda Persatuan Putra-Putri To'Pongo (PEPATONG) menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir di Desa Pompengan, Pompengan Pantai, To'Lemo, dan Pelalan Kecamatan Lamasi Timur.


Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Pompengan saat menyerahkan bantuan di posko desa sebelum disalurkan ke warga terdampak. "Kami mewakili Masyarakat Desa berterima kasih kepada  GP Ansor Se-Luwu Raya yang sudah berpartisipasi meringankan beban masyarakat lewat bantuan yang diserahkan melalui pemerintah desa" Ungkap Alim Bachri selaku Kades Pompengan.


Sementara dilokasi terdampak paling hilir rombongan diterima langsung oleh Bpk. Syahmad selaku Sekdes Pompengan Pantai sebagai perwakilan Pemerintah Desa. Warga Desa sangat berterima kasih yang tak terhingga kepada GP Ansor Luwu dan Pepatong yang sudah mengantarkan langsung bantuannya kepada warga kami yang aksesnya terbilang sangat jauh dari poros jalur utama" Ungkap beliau


Sementara, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Lamasi Timur, berharap pemerintah Kabupaten maupun pusat agar lebih proaktif dalam memperhatikan daerah Lamasi Timur yang selalu menjadi langganan banjir setiap tahun, karena beberapa tanggul sebagai penghalang air di aliran Sungai Lamasi itu jebol" harap Sulhenri. 


"Kami akan selalu hadir dan siap mengabdi ditengah masyarakat disaat dibutuhkan, apalagi dalam kondisi seperti ini" Ungkap Sahabat Ganring selaku Korlap  Banser Luwu untuk Bencana Banjir Walmas. 


"Kehadiran kami dari Pepatong sebagai organisasi kepemudaan dari Desa To'Pongo hanya sebagai penyambung bantuan dari warga yang peduli kepada keluarga korban bencana banjir di wilayah Lamasi Timur ini" Ungkap Muh. Rafli (11/10/2021)


Editor : Alam

Pemerintah Kecamatan Lamasi Timur Bergerak Cepat Meninjau Lokasi Banjir

By On December 04, 2018

Sekcam Lamasi Timur Bersama Danramil Walenrang Meninjau Lokasi Banjir Di Desa Pompengan Tengah (Selasa,04.12.18)

KAREBADESA.ID, Luwu - Pemerintah Kecamatan Lamasi Timur bersama Danramil Walenrang pasca mendapatkan kabar Jebolnya tanggul di desa Pompengan Tengah bergerak cepat langsung meninjau lokasi banjir di desa Pompengan Tengah dan Pompengan Pantai.

Tidak tanggung-tanggung Sekcam Lamasi Timur Beni Sumbung yang belum lama menjabat sekcam di Lamasi Timur dengan sigap mendatangi lokasi banjir bersama Tim Kecamatan Lamasi Timur.

Pemerintah setempat sudah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah kabupaten dalam hal ini BPBD Kabupaten untuk segera ada penanganan cepat menanggulangi tanggul yang jebol agar tidak menambah parah kondisi warga desa bila air sungai pompengan kembali meluap" Ungkap Sekcam Lamasi Timur.

Kondisi seperti ini memang sudah menjadi sesuatu yang terbilang biasa bagi warga desa Pompengan Tengah dan Pompengan Raya selama beberapa tahun terakhir dikarenakan pendangkalan sungai Pompengan yang seharusnya menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah terutama ini menjadi wilayah kerja Balai Besar Jenneberang Pompengan yang berkantor di Makassar. (AM)

Banjir Kembali Menjadi Tamu Akhir Tahun Desa Pompengan Tengah

By On December 04, 2018


KAREBADESA.ID, Luwu - Kondisi jalan di Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu yang menghubungkan antara Desa Pompengan Tengah dengan Pompengan Pantai terputus sementara akibat Tanggul yang Jebol di Desa Pompengan Tengah kurang lebih 20 meter setelah beberapa  jam diguyur hujan deras.

Rustan, SP. Selaku Kepala Desa Pompengan Tengah mengungkapkan bahwa "Banjir menggenangi beberapa rumah di Desa Pompengan Tengah tepat pukul 05.30 waktu setempat karena air sungai Pompengan meluap setelah tanggul jebol"


"Tanggul itu baru dikerja beberapa bulan yang lalu sudah jebol lagi mengakibatkan beberapa bangunan Talud yang dikerja dari Dana Desa rusak, tadi sudah kami telpon rekanan yang kerja penanggulan tersebut dan terkait bangunan Dana Desa yang rusak sudah saya laporkan juga ke Pendamping Desa di desa kami" tambah Pak Rustan, SP.

"Banjir sudah menjadi langganan desa setiap tahun apalagi jika hujan lebat di gunung karena sungai pompengan sudah dangkal, kami berharap pemerintahan baru nantinya bisa lebih memperhatikan kondisi kami disini" ungkap salah satu warga kepada tim media karebadesa yang enggan diberitakan namanya. 

Pemerintah desa Pompengan Tengah dan pemerintah kecamatan Lamasi Timur sudah melaporkan kejadian ke Pemkab Luwu. (Wgn)

Kondisi Banjir Di Kecamatan Lampasio Kab. Toli Toli

By On June 05, 2017


Karebadesa.id - Kecamatan Lampasio seluruh desa di laporkan banjir, mulai dari tgl 3 juni 2017 - 5 juni 2017 jam 08.00 banjir blm surut dan air tdk bergerak, banyak rumah tenggelam.

Listrik 3 hari mati , signal juga mati. Dilaporkan korban Meninggal dunia 1 orang. Nama : Kadek Sila Darma, 20th, laki-laki, swasta, Hindu, Ds Tinading.

Kronologi meninggal dunia, pada hari minggu tanggal 4 juni jam 08.00 wita korban menggunakan rakit mencari bebek, bersama 3 org rekan nya, setelah mendapatkan 2 bebek rekan nya pulang, sedangkan korban tidak mau pulang masih mau cari bebek lagi, kemudian korban di tinggal dan rekan korban pergi meninggalkan namun temannya ketinggalan senapan anginnya sehingga kembali ke tkp dan di dapati rakit yang digunakan korban terapung namun korban tidak ada, kemudian temannya melapor ke pihak keluarga.
Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak polsek lampasio lalu mencari korban, korban di temukan oleh pihak kapolsek sekitar jam 13.00 wita dalam keadaan tenggelam di kedalaman 3 meter dan sudah meninggal.

Di laporkan sapi mati 6 ekor, dan babi tidak terhitung yang lepas dari kandang dan lari. Kerugian material belum dapat ditentukan, hingga tanggal 5 jam 08.00 wita banjir belum surut.

Polsek Lampasio terisolir, mau ke kota tanah longsor di pangi mau arah palu banjir setinggi dada orang dewasa di tanggul tinading.

Ctt: kami baru bisa melaporkan desa tinading, untuk daerah di kec. Lampasio ygan lain belum dapat dilaporkan korban jiwa atau kerugian material karna tidak dapat dijangkau.

Sumber : Via WA Dhika Parabba

Banjir Besar Terjadi Di Kabupaten Toli Toli

By On June 04, 2017

Situasi Banjir Di Kabupaten Toli Toli (Sabtu 3 Juni 2017)

Karebadesa.id - TOLITOLI, Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tolitoli hari Sabtu, 3 Juni 2017 mulai pukul 10.00 WITA sampai pukul 23.00 WITA (pukul 20.00 WITA curah hujan sudah mulai berkurang), mengakibatkan kurang lebih 80 % wilayah Tolitoli terendam banjir mulai ketinggian 70 cm s/d 3 meter di  jalan Anoa kelurahan Tuweley.

Jalan utama Palu - Sulawesi Terputus akibat 7 titik longsor di desa Pangi (saat ini 3 titik sudah terurai),  Jembatan penghubung antara desa Tinigi dan desa Lakatan, tepatnya mengarah ke dusun Kolondom terputus akibat pepohonan yang terbawa arus menghantam bagian tiang tengah jembatan, Bendungan utama saluran irigasi pertanian Tinigi, Tende, dan Lalos yang terletak di desa Tinigi mengalami kerusakan sepanjang 10 meter.

Air Bersih di dalam kota Tolitoli mati akibat 3 pipa induk di sungai tuweley hanyut terbawa banjir dan pipa PDAM di jembatan Gantung, jalan jend. Sudirman terputus.

Adapun data sementara.

1. Kecamatan Baolan (Dalam Kota Tolitoli)
  a. Lokasi Banjir :
- jl. veteran kel.baru
- jl. wr supratman kel.baru
- jl. sam ratulangi kel. baru
- jl. moh hatta kel. baru
- asrama polsek baolan
- jl. sultan hasanudin kel. baru
- jl. anoa kel. tuweley
- tanah abang kel. tuweley
- jl. magamu
- jl. daud lapau
- jl. veteran
- jl. usman binol
- jl moh. hatta
- jl. a. yani
- jl. s panggesar
- kelurahan panasakan
- kelurahan Tambun Baolan
-desa Buntuna Baolan
- desa Dakitan Baolan
- desa Pangi Baolan
- Desa Lelean Nono
- jalan sona nopi Kelurahan nalu
- kelurahan Sidoarjo
- dusun Taupa, Baolan
- dusun Ogomomut Baolan
- dusun Tamandayo Baolan
- dusun leok langgi Baolan 
  
b. Kerusakan :
- Longsor dengan 7 titik di Desa Pangi mengakibatkan jalur Palu -  Tolitoli terputus, saat ini 3 titik longsor sudah diurai.
- 3 pipa induk di sungai tuweley hanyut terbawa banjir
- pipa PDAM di jembatan Gantung, jalan jend. Sudirman terputus
- Rumah tenggelam di kelurahan Tuweley, kelurahan Baru, kelurahan Panasakan, dan kelurahan Tambun.
-1 Loader (alat berat) dan 1 truk hanyut ke sungai di desa Dakitan
- Rumah Hanyut dan rusan parah : 
- Desa Dakitan 6 rumah hanyut dan 2 roboh
- Desa Buntuna 4 rumah hanyut
- Lembah kelurahan Baru 3 rumah roboh

2. Kecamatan Galang :
a. Lokasi Banjir :
- Sebagian besar di daerah kecamatan Galang terendam banjir, hanya Desa Bajugan kecamatan Galang tidak terkena banjir, kendaraan bisa melintas.
b. Kerusakan :
-  Jembatan penghubung antara desa Tinigi dan desa Lakatan, tepatnya mengarah ke dusun Kolondom terputus akibat pepohonan yang terbawa arus menghantam bagian tiang tengah jembatan.
- jalan dari desa Tinigi menuju desa Malangga rata-rata mengalami longsoran gunung diperkirakan sepanjang 300 meter.
- Bendungan utama saluran irigasi pertanian Tinigi, Tende, dan Lalos yang terletak di desa Tinigi mengalami kerusakan sepanjang 10 meter 
- Longsor di depan jembatan timbang dusun doyan, desa Ogomoli, di perbatasan kecamatan galang dan Baolan, dekat Pelabuhan Dede, di Desa Ogomoli, dusun Doyan.
- Di desa sandana 4 rumah yang hancur. 

3 Kecamatan Lampasio :
a. Lokasi Banjir :
- Dusun Toboloit
- Daerah Bambuan
- Daerah Salugan

b. Kerusakan : 
- Lampasio, dusun Toboloit terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, 3 pohon tumbang dan sudah ditebang.
- Listrik di Lampasio pada mulai dari hari Sabtu, 3 Juni pukul 10.00 WITA yang mengakibatkan jaringan di Lampasio juga mati.

4. Kecamatan Dondo
- Longsor dengan 3 titik 
longsor di desa Luok Manipi yang menghubungkan dengan desa Pangkung, tidak berada di jalan Trans Sulawesi.

5. Kecamatan Dakopamean 
a. Lokasi Banjir :
- Desa Galumpang

6. Kecamatan Tolitoli Utara
a. Lokasi dan Dampak Banjir :
Hanya sebagian halaman rumah penduduk dan halaman sekolah terendam Banjir, secara keseluruhan aman.

Laporan : Via WA Dika Parebba

Contact Form

Name

Email *

Message *