jasa iklan produk desa

Media Desa

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mantan Kepala Desa Tahun 1999 Memberi Nama Penemuan Pompa Airnya "Hysu"

By On July 23, 2017

Sudiyanto sedang Menguji Pompanya
(sumber : kabardesa.com)
Karebadesa.id - Banyumas, Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang merupakan salah satu desa yang berada di lereng Gunung Slamet, juga terdapat berbagai sumber air yang melimpah. Bahkan di daerah ini termasuk daerah yang terus memiliki air, meski musim kemarau namun tetap saja warganya kesulitan mendapatkan air bersih.

Pemukiman warga Desa Kotayasa berada di perbukitan, sedangkan sumber air berada di lembah. Sehingga sudah belasan tahun silam, warga Desa Kotayasa harus berjuang naik turun bukit untuk mendapatkan air bersih baik pagi maupun sore hari.

Salah satu pompa air Hysu

Berbekal buku lama yang terdapat di perpustakaan desanya, beliau akhirnya mendapatkan referensi tentang sebuah teknologi pompa buatan yang dapat mendorong air ke atas dengan memanfaatkan tenaga air itu sendiri.

Akhirnya mantan kepala desa tahun 1999 ini mencoba untuk mempraktekan teori yang ada di buku itu. Namun sayang, buku tersebut berbahasa Belanda dan beliau sama sekali tidak mengerti. Beruntung Sudiyanto dibantu salah seorang warganya yang mengerti Bahasa Belanda dan ia membantu menerjemahkan maksud yang ada di buku itu. Waktu mempraktekan teori ini, beliau tidak ingin warganya tahu dulu.

Sehingga aksinya ini sempat dianggap ‘gila’ oleh warga, karena bagi sebagian orang awam sangat mustahil bagaimana air yang berada di 300 meter bawah pemukiman warga bisa naik ke rumah-rumah hanya berbekal tenaga air saja.

Tetapi itu tidak membuat Sudiyanto patah semangat, beliau terus mencoba untuk merealisasikan mimpinya.

Berbekal modal sekitar Rp 5 juta yang diperoleh dari kerabatnya, pompa air hydram ini akhirnya jadi dengan sedikit modifikasi. Soalnya dalam referensi di buku tersebut tertulis pompa air tenaga air ini hanya bisa mendorong air sampai ketinggian 7 meter saja, sehingga Sudiyanto harus memutar otak bagaimana agar bisa melontarkan air sampai ketinggian 300 meter. Padahal pemukiman warga berada 300 meter dari sumber air.

Terus mencoba untuk memperbaiki, suatu saat Sudiyanto justru mengalami masalah. Pompa air hydram terjadi kebocoran dari hentakan pompanya. Yang membuatnya heran, kebocoran ini malah membuat hentakan pompa menjadi lebih bagus dan air yang terdorong ke atas menjadi lebih konstan.

Dari situlah Sudiyanto mulai memahami cara kerja terbaik dari pompa hydram ini. Dan bisa berkembang hingga sekarang.
Pompa Air Hysu berbeda dengan hydram pada umumnya.

Sumber : www.kabardesa.com

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »